Kekalahan ISIS DiBalik Pasukan Elit Irak

Negara Islam Irak dan Suriah atau biasa disebut ISIS sempat meraih puncak kejayaan tahun 2014. Mereka menguasai 40 persen wilayah Iraq dan sebagian besar wilayah Suriah.

Mereka berhasil mengambil alih Kota Raqqa di Suriah dan mendeklarasikan sebagai ibu kota ISIS. Kemudian, kelompok ini menguasai Mosul, Irak, tempat pemimpin Abu Bkr al-Baghdadi mendeklarasikan Kekhalifahan.

Mudahnya ISIS menaklukan militer Irak dan menguasai sebagian besar wilayahnya karena negara itu dalam keadaan lemah akibat konflik sektarian.

Sentimen sektarian tidak hanya terjadi pada warga sipil tapi juga dalam tubuh kepolisian,pejabat pemerintah dan militer sendiri.

Persoalan sektarian yang memasuki tubuh militer membuat soliditas dan loyalitas angkat bersenjata Irak menjadi carut marut.

Akibatnya, ketika ada serangan dari ISIS, militer Irak dengan mudah diporak porandakan, bahkan beberapa prajurit berbalik mendukung dan bergabung dengan ISIS.

Petinggi militer Iraq tunggang langgang melarikan diri meninggalkan markas, persenjataan dan kendaraan tempur mereka, yang kemudian diambil alih oleh ISIS.

Melihat rapuhnya militer Iraq, Amerika Serikat ( AS) yang memang punya kepentingan terhadap Iraq kembali turun tangan membantu negara seribu satu malam itu untuk memperkuat kembali kekuatan militer mereka.

Selain melakukan perombakan total dalam seluruh organisasi, struktur komando dan manajemen dalam kesatuan militer Irak, AS dan Irak juga merevitalissi pasukan elit mereka, yakni Pasukan Anti Teror ( CTS) yang dibentuk oleh Amerika tahun 2003 lalu, usai menggulingkan Saddam Husein.

Belajar dari apa yang terjadi, AS dan Irak berusaha membangun profesional militer yang bebas dari zona pertikaian sektarian.

Nah, CTS inilah yang oleh pemerintah Iraq dan AS masih dipercaya dan dianggap kesatuan militer yang bebas dari persoalan sektarian, bebas korupsi dan tidak terafiliasi dengan partai politik.

Oleh pasukan elit baret hijau AS , pasukan CTS dilatih dan diperkuat kembali baik kemampuan maupun persenjataan mereka.

Lantas dipercaya dijadikan sebagai pasukan terdepan memimpin militer reguler dan kepolisian dalam negeri untuk menghancurkan pasukan ISIS.

Dan terbukti, Divisi Elang Emas ini menjadi mimpi buruk bagi militan ISIS. Setiap pertempuran , pasukan extrimis ISIS dibuat mati kutu dan lari tunggang langgang.

CTS benar benar menunjukan ketangguhan mereka dalam berperang melawan ISIS.

Pertempuran demi pertempuran mereka lalui. Desa demi desa mereka rebut. Kota demi kota dikuasai dan Kemenangan demi kemenangan mereka raih.

Terakhir adalah peperangan panjang, berbulan bulan dalam upaya merebut Kota Mosul sebagai pertahanan terakhir ISIS di Irak. CTS menjadi pasukan yang konsisten agresif dan ofensif menyerbu serta merengsek ke pertahanan ISIS di Mosul.

Kini Iraq telah berhasil merebut kembali wilayah wilayah yang yang pernah dikuasai ISIS. CTS yang menjadi bagian terdepan dalam pertempuran melawan ISIS dianggap sangat berjasa dan memberi kebanggaan masyarakat dan Negara Irak.

David M. Witty, Kolonel Purnawirawan Baret Hijau AS dan bekas penasihat CTS mengatakan saat banyak unit tempur dari pasukan Irak tercerai berai oleh ekpansi ISIS di Irak tahun 2014. ( dlansir antaranews.com). Hanya CTS satu satunya pasukan yang mampu mempertahankan kekompakan dan menjaga struktur organisasinya tetap solid dan setiap pada pemeritah .

Oleh karena itu, para komandan CTS menjadi figur-figur sentral yang membantu pemerintah membangun persepsi dan dukungan rakyat Irak dalam upaya menghancurkan ISIS.

Dalam upaya merebut kota Mosul tahun 2017 lalu, seorang petinggi militer Irak Letnan Jenderal Thalib Shaghati mengatakan bahwa Pasukan yang memiliki keterampilan untuk melawan perang gerilya hanya CTS karena Mereka memiliki fleksibilitas dan dapat bertindak cepat.

Saat ini seperti dilansir antaranews.com. Anggota CTS berjumlah 12.000 orang, dan masih terus bertambah. Dimana Ujian masuk menjadi anggota Pasukan Elite ini sangat ketat. Mirip dengan rekrutmen Pasukan Elite Baret Hijau Amerika.

CTS dirancang sebagai pasukan yang non sektarian. Anggotanya berasal dari orang Syiah, Sunni dan Kurdi. Mereka harus memiliki jiwa nasionalisme dan loyalitas tinggi kepada negara. Tidak terafiliasi ke faksi politik atau milisi mana pun.

Mayor Jenderal Fadhil al-Barwari yang menjadi panglima “Divisi Emas” saat ini adalah seorang Kurdi. Makanya CTS dijadikan simbol dan kampanye pemerintah Irak pentingnya persatuan dan kesatuan dalam memperkuat dan menjaga kedaulatan kedaulatan Negara Irak.( Bustomy)

Sumber :

Antaranews.com

Cnnindonesia.com

parstoday.com

4 thoughts on “Kekalahan ISIS DiBalik Pasukan Elit Irak

  1. It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout.

  2. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English.

  3. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *