Waspada Kebangkitan ISIS

Setelah mengalami kekalahan panjang dari koalisi Amerika dan sekutunya dan terlepasnya wilayah wilayah kekuasaannya.Organisasi Negara Islam Irak dan Suriah atau biasa disebut ISIS mulai membangun kembali kekuatan mereka.

Hilangnya kekhalifahan dan kekuatan tempur serta sumber pendanaan mereka selama dua tahun terakhir, tidak membuat organisasi teroris paling berbahaya di dunia itu lantas menyerah begitu saja.

Teror teror dan serangan kejam yang biasa mereka lakukan terhadap masyarakat sipil, polisi,pejabat dan aparat militer memang sempat berkurang.Tapi sesungguh ISIS tidak mati dan tidak pernah berhenti. Mereka mulai lagi menebar ancaman, teror serta membunuh ribuan nyawa manusia tidak berdosa.

Buktinya, Akhir akhir ini intesitas serangan mereka mulai meningkat. Pola serangan mereka hampir mirip dengan ketika Organisasi pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi baru didirikan.

ISIS mulai menyerang wilayah wilayah tertentu ,melakukan penculikan dan peledakan bom bunuh diri yang menimbulkan korban jiwa sangat banyak.

Kelompok ini sedang membuktikan bahwa meskipun kehilangan wilayahnya ke khalifahaannya, mereka masih memiliki senjata, pasukan dan semangat untuk bangkit lagi.

Baru baru ini, (10/10) bentrokan sudah terjadi antara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS melawan ISIS di desa Deir Ezzor di tengah cuaca buruk di wilayah itu. Akibatnya Puluhan tentara tewas dan terluka dari kedua pasukan kelompok.

Kemudian ISIS melakukan penyerangan dan penculikan terhadap ratusan warga sipil terjadi di kamp pengungsian warga di Hajin, Provinsi Deir az-Zour, Suriah timur, pada Sabtu (13/10/2018).

Sebelumnya, juga terjadi penyerangan di desa Sousah, Suriah, menyebabkan lebih dari dua lusin pejuang di kedua pihak tewas.

Salah satu serangan paling mematikan oleh Daesh sebutan lain ISIS, terjadi pada akhir 25 Juli lalu. Diawali serangan bom bunuh diri, puluhan pejuang ISIS bertopeng menyerbu kota selatan Sweida dan desa-desa di dekatnya yang dihuni oleh anggota minoritas Druze Suriah, menembaki lebih dari 200 orang dan menculik wanita dan anak-anak.

Sebelumnya pada Bulai Mei, para pejuang ISIS menyerbu desa Gharib di Irak utara, menewaskan tiga penduduk desa dan melukai sembilan orang penduduk yang menolak untuk berkolaborasi dengan mereka dan memberi mereka persediaan makanan dan amunisi.

Bulan Juni, ISIS juga menyerang desa Saadiyeh, sebelah selatan kota Mosul, Irak utara, menewaskan tiga orang dan menculik satu.

Kelompok itu secara teratur melakukan serangan di desa-desa di provinsi Diyala, Salahuddin dan Kirkuk dan di tempat lain, dengan sasaran pejabat lokal atau polisi.

Serangan serang yang dilakukan oleh ISIS akhir akhir ini dapat menjadi” warning ” bagi dunia, adanya gerakan awal kebangkitan kelompok teroris ini untuk menguasai wilayah baru yang lebih mendukung upaya mereka untuk membentuk negara teror yang lebih kuat dan brutal.

Apalagi seperti dilansir dari www.arabnews.com tanggal 9 Oktober lalu, Satuan tugas gabungan koalisi AS dan pasukan khusus Irak telah menahan 10 tersangka anggota jaringan yang menyediakan dana dan bantuan teknologi untuk ISIS.Artinya sumber dana dan proses pendanaan untuk kelompok sudah aktif lagi.(dikutip dari Ucnews)

sumber :

matamatapolitik.com

arabnews.com

kompas.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *