Jangan Jadi Ilmuan Sontoloyo

Kebebasan memihak dan tidak memihak kepada  kelompok  politik  merupakan  hak kekebasan yang dimiliki setiap warga negara di negeri ini.

Termasuk mereka para berprofesi sebagai ilmuwan sekalipun bebas menentukan sikap.

Nah, konsekwensinya jika anda berpihak secara terbuka dan aktif dalam kelompok politik itu maka sebaiknya anda lepaskan ilmuwan itu  dari diri anda.

Katakan bahwa  anda seorang politisi bukan ilmuwan. Ilmuwan itu    netral, independen dan berfikir, berbicara dan bertindak  demi kemaslahatan manusia dan pengetahuan.

Tapi bila sebagai ilmuwan anda berpolitik praktis,kemudian menggunakan ilmu anda untuk kepentingan sepihak tersebut, kira kira apa yang terjadi?

Buat para akademisi atau yang ` dirinya ilmuan atau orang yang merasa banyak ilmu. Ingat ! Setinggi  apapun ilmu anda miliki  jika anda terjun ke politik praktis. Sudah pasti kanda tidak netral, anda sudah tidak independen.

Anda tidak bisa mengatasnamakan ilmu anda,karena ilmu tidak memihak siapapun dan apapun. Ilmu itu sifatnya  universal.

Hari hari  anda dilihat publik fasih   menjelek jelekan lawan politik anda, menyebut nyebut ilmu yang anda miliki  untuk menyebut kelemahan dan kesalahan presiden anda.

Anda tahu apa yang orang lain lihat? Anda terlihat bodoh dan tolol.  Kata kata yang anda ucapkan   tidak punya nilai ilmu, malah terdengar seperti hanya celetukan fitnah, nyiyiran, halusinasi dan sarkitik.

Terlihat anda menjadi bukan siapa siapa,seperti orang paling bodoh yang diminta mengomentari kebodohannya.

Demikian juga buat anda yang tinggi ilmu agamanya. Anda akan dilihat sesat jika anda menggunakan ilmu agama untuk menjelek jelekan lawan politik anda. Anda terlihat bodoh dan dunggu karena ilmu yang anda terima telah disalahgunakan.

Bijaklah para ilmuan terhadap ilmu yang anda miliki.

Jangan Jadi Ilmuan Sontoloyo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *