Humas Harus Selektif Menentukan Mitra Media, Jangan Kongkalikong

Di era perkembangan media digital saat ini, Organisasi atau Bidang Hubungan Masyarakat ( Humas) yang ada pemerintah derah baik kabupaten/kota maupun provinsi Kaltara harus lebih selektif dalam menentukan media massa sebagai mitra humas dalam menyebarluasan informasi kebijakan, kegiatan, program pelayanan dan pembangunan pemerintah daerah .

“Saat ini, Unit organisasi Humas tidak boleh lagi sembarangn menentukan media yang menjadi mitra kerja . Humas harus selektif, harus ada standar dan indikatornya. Selain karena penggunaan uang negara yang harus tepat, perubahan prilaku masyarakat mengakses informasi juga menjadi pertimbangan . ” Ujar Bustomy, salah satu praktisi media dan anggota Perhumas di Kaltara.

Dalam menentukan media massa seperti televisi, koran, majalah, radio maupun media online sebagai mitra publikasi, harus ada indikator dan standarisasi yang jelas dan terukur yang digunakan oleh humas.

Seperti, luas jangkauan atau coverage media, jumlah pembaca, pendengar dan penonton, akses media di masyarakat, demografi audien serta sasaran, output maupun feebacknya di masyarakat.

Apalagi, kata Bustomy, tidak ada kewajiban bagi Humas itu harus kerjasama dengan media massa . Pemanfaatan media sebagai mitra humas itu merupakan cara atau bagian dari strategi yang dipilih humas untuk membangun dan mengefektifkan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

” Prinsipnya media massa itu independen. Pengunaan media itu pilihan sesuai kebutuhan, tergantung strategi, arah dan sasaran humas.Tidak ada kewajiban Humas membuat kontrak halaman dengan media massa, apalagi menggunakan anggaran negara yang besar.” tegas Pemred media online lintasbenuanta, liputanborneo dan Maczwork Media ini.

Informasi yang disebarluaskan di masyarakat oleh media itu, apa didengar, ditonton , dibaca dan difahami. Sejauh mana dan seberapa banyak masyarakat memahami informasi. Apakah media itu efektif dan tidak tumpang tindih dengan media lain? Apakah media itu susuai dengan kebutuhan dan kepentingan?

” Jangan sampai medianya dikontrak dengan anggaran yang besar ternyata yang masyarakat yang mengases sedikit dan bahkan tidak ada sama sekali” sindir Bustomy.

Harus ada kehati hatian, ada standar dan indikator yang selektif dan administratif terkait penentuan media massa sebagai mitra humas. Tidak boleh asal asalan yang hanya menyenangkan wartawan atau media.

” saya rasa teman teman wartawan semuanya melek hukum dan mengerti mekanisme hukum pemanfaatan uang negara dalam hal ini APBD” tambah Sekretaris Perisai Putra Dayak Kaltara ini .

Saya mengingatkan, sambungnya, akhir akhir ini banyak pejabat humas yang tersangkut masalah hukum terkait kerjasama dengan media, karena tidak ada indikator dan standar operasionalnya, oleh aparat hukum hal itu dianggap perbuatan nepotisme dan konkalikong.

” Jangan karena ini urusan media, seolah olah tidak tersentuh hukum. Kontrak dan kerjasama media ini tidak ada kaitannya dengan fungsi pers dan jurnalistik. Ini masalah transparansi dan administrasi Uang Negara oleh Humas dengan perusahaan media, yang kedudukannya sama dengan perusahaan umum lainnya.

Sekarang ini tidak harus media mainstream yang digunakan humas untuk menyebarluaskan informasi pemerintahan. Media sosialpun lebih efektif dan strategis bila diimbangin dengan media social strategy, Content developemen dan Digital PR yang baik.

Saat ini, banyak praktisi citizen Jurnalisme maupun wartawan yang membuat kanal news media sosial sebagai media pemberitaan. Jumlah pembaca yang besar, komunikasi dua arah, mudah diakses, konten berita singkat, mudah diukur dalam penargetan pembaca serta memiliki instrument analitik adalah kelebihan media sosial dibanding media mainstream atau konvensional lainnya.

” Saya kira Instagram dan facebook Pak Gubernur Irianto Lambrie adalah contoh media sosial yang baik lebih komunikatif, efektif dan mudah diakses oleh warga. Peran kehumasan serta harmonis pemerintah daerah dengan masyarakat itu lebih terlihat dan implementatif di media sosialnya Pak Gubernur.” Puji Bustomy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *